A. Definisi SPK
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem interaktif yang mendukung
pengambilan keputusan dalam kemudahan akses terhadap data dan model desisi
dalam upaya membantu proses pengambilan keputusan (Turban,1995).
B. Ciri-Ciri SPK
Menurut
Sudirman dan Widjayani tahun 1996 ciri-ciri SPK yang dirumuskan oleh Altera
Keen,sebagaiberikut (Suryadi,2002):
o SPK
ditujukan untuk membantu keputusan-keputusan yang kurang terstruktur dan
umumnya dihadapioleh para manajer yang berada di tingkat puncak.
o SPK
merupakan gabungan antara kumpulan model kualitatif dan kumpulan data.
o SPK
memiliki fasilitas interaktif yang dapa mempermudah hubungan antara manusia dan
Komputer.
o SPK
bersifat luwes dan dapat menyesuaikan
dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
C. Karakteristik SPK
Sebuah perangkat lunak yang mendukung user untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu.padadasarnya mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu. Menurut Levin tahun 1995 karakteristik SPK adalah sebagai berikut (Suryadi,2002):
- Kapabilitas interaktif: SPK memberi pengambilan keputusan akses cepat ke data dan informasi yang dibutuhkan.
- Fleksibilitas : SPK dapat menunjang para manajer pembuat keputusan di berbagai bidang fungsional (keuangan,pemasaran,operasi produksi dan lain-lain).
- Kemampuan menginteraksikan model: SPK memungkinkan para pembuat keputusan berinteraksi dengan model-model, termasuk memanipulasi model-model tersebut sesuai dengan kebutuhan.
- Fleksibilitas Output : SPK mendukung para pembuat keputusan dengan menyediakan berbagai macam output, termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas pertanyaan-pertanyaan pengandaian.
D. Konfigurasi SPK (Levin et.al.,1995)
E. Manfaat Utama SPK
o Beberapa
manfaat SPK adalah sebagai berikut:
- Mampu
mendukung solusi masalah yang rumit.
- Mempunyai
respon yang cepat dan memungkinkan merubah skenario
masalah untuk mengetahui
solusi.
- Mampu
mencoba beberapa strategi dalam konfigurasi yang berbeda-beda
secara cepat.
- Memberikan
pandangan baru.
- Memperbaiki
kendali dan performansi manajemen.
- Keputusan
yang objektif dan konsisten.
- Meningkatkan
efektivitas manajemen.
- Meningkatkan
produktivitas pengambil keputusan.
Tahapan SPK
Menurut Simon tahun 1960 model yang mengambarkan
proses pengambilan keputusan. Proses ini terdiri dari tiga fase, yaitu
(Suryadi,2002):
o Intelegence
Tahap
ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup permasalahan
serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji
dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
o Design
Tahap
ini merupakan proses menemukan, mengembangkan dan menganalisis alternative
tindakan yang bisa dilakukan. Tahap ini
meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan
solusi.
o Choice
Pada
tahap ini dilakukan proses pemilihan di antara berbagai alternative tindakan
yang mungkin dijalankan. Hasil pemilihan tersebut kemudian
diimplementasikan dalam proses pegambilan keputusan.
Sumber :
