Jumat, 30 November 2012



A. Definisi SPK

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem interaktif yang mendukung pengambilan keputusan dalam kemudahan akses terhadap data dan model desisi dalam upaya membantu proses pengambilan keputusan (Turban,1995).

B. Ciri-Ciri SPK

          Menurut Sudirman dan Widjayani tahun 1996 ciri-ciri SPK yang dirumuskan oleh Altera  Keen,sebagaiberikut (Suryadi,2002):
 
o  SPK ditujukan untuk membantu keputusan-keputusan yang kurang terstruktur dan umumnya dihadapioleh para manajer yang berada di tingkat puncak.
o        SPK merupakan gabungan antara kumpulan model kualitatif dan kumpulan data.
o        SPK memiliki fasilitas interaktif yang dapa mempermudah hubungan antara manusia dan Komputer.
o        SPK bersifat luwes dan dapat menyesuaikan  dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

C. Karakteristik SPK

    Sebuah perangkat lunak yang mendukung user untuk mengambil keputusan-keputusan tertentu.padadasarnya mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu. Menurut  Levin tahun 1995 karakteristik SPK adalah sebagai berikut (Suryadi,2002):
  •       Kapabilitas interaktif: SPK memberi pengambilan keputusan akses cepat  ke data dan             informasi yang dibutuhkan.
  •     Fleksibilitas : SPK dapat menunjang para manajer pembuat keputusan di berbagai bidang fungsional (keuangan,pemasaran,operasi produksi dan lain-lain).
  •     Kemampuan menginteraksikan model: SPK memungkinkan para pembuat keputusan       berinteraksi dengan model-model, termasuk memanipulasi model-model tersebut sesuai dengan kebutuhan.
  •       Fleksibilitas Output : SPK mendukung para pembuat keputusan dengan menyediakan              berbagai macam output, termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas pertanyaan-pertanyaan pengandaian.


D. Konfigurasi SPK (Levin et.al.,1995)

E. Manfaat Utama SPK

o  Beberapa manfaat SPK adalah sebagai berikut:
            -           Mampu mendukung solusi masalah yang rumit.
            -           Mempunyai respon yang cepat dan memungkinkan merubah skenario
                        masalah untuk mengetahui solusi.
               -           Mampu mencoba beberapa strategi dalam konfigurasi yang berbeda-beda  
                           secara cepat.
            -           Memberikan pandangan baru.
            -           Memperbaiki kendali dan performansi manajemen.
            -           Keputusan yang objektif dan konsisten.
            -           Meningkatkan efektivitas manajemen.
            -           Meningkatkan produktivitas pengambil keputusan.


Tahapan SPK

     Menurut  Simon tahun 1960 model yang mengambarkan proses pengambilan keputusan. Proses ini terdiri dari tiga fase, yaitu (Suryadi,2002):
 
o  Intelegence
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup permasalahan serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.

o  Design
Tahap ini merupakan proses menemukan, mengembangkan dan menganalisis alternative tindakan  yang bisa dilakukan. Tahap ini meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.

o  Choice
Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan di antara berbagai alternative   tindakan  yang mungkin dijalankan. Hasil pemilihan tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pegambilan keputusan.


Sumber :  
        DR.IR KADARSAH SURYADI